Hari ini, aku kehilangan dirimu untuk selama-lamanya. Ketika ibu ku mengatakan bahwa kau sudah tiada, aku langsung merasa syok. Aku sangat tak percaya ini.
Buru-buru aku menemuimu dengan air mata yang bercucuran di pipiku. Dan seketika aku terkejut melihat mu yang sudah terbaring kaku. Tangan ku bergetar hebat tak kuasa menahan kesedihan ini.
Kau.....
Teganya kau meninggalkan ku sendirian,atau sekedar pamit kepada ku.
Luka yang dalam begitu terasa, air mata ku mengalir deras, tubuhku seketika lemas. Aku tidak menginginkan kepergianmu. Aku ingin kita tetap bersama, tertawa bersama, atau sedih bersama.
Kau berjanji untuk tetap hidup dan melawan sakitmu. Kau masih ingat? Saat itu di tengah malam aku sedang menonton film horror, dan kau pun selalu menemani ku agar aku tak merasa ketakutan. Saat aku tertidur lelap di depan tv, lalu kau pun ikut tidur di sampingku. Atau ketika kita bermain Tom & Jerry di dalam rumah, dan ibu ku yang selalu menegur ketika kita berlarian di dalam rumah. Begitu banyak kenangan indah bersama mu dan mana mungkin aku melupakan itu semua.
Ketika aku melihat mu terbaring lemah dengan darah yang terus mengalir di hidungmu, aku sangat khawatir. Aku tidak bisa berhenti menangis melihat kau seperti itu. Berbicara pun kau tak sanggup. Dan aku hanya bisa menangis di sampingmu, berharap Tuhan segara memberimu kesembuhan.
Tiap malam aku selalu meminta kepadaTuhan untuk segera mengangkat penyakitmu. Aku benar-benar tidak ingin kehilangan seorang sahabat sepertimu. Sahabat yang selalu setia menemaniku, sahabat yang tidak bisa tergantikan dengan siapa pun. Tdak ada yang bisa menyamaimu dan tak akan pernah.
Aku masih sangat tidak bisa mempecayai ini. Hari ini, kamu benar-benar telah tiada. Kau meninggalkan ku sendirian. Siapa lagi yang akan menemaniku bermain, mengerjakan tugas, begadang, atau sekedar membereskan rumah.
Kini aku merasa sendirian.
Tak ada lagi sahabat yang setia menamaniku, tak ada lagi sahabat yang selalu membuat ku tertawa, dan tak ada lagi sahabat yang setia menghiburku dikala aku merasa sedih.
Aku selalu berharap ini hanyalah sekedar mmpi. Tidak mudah untuk mengikhlaskan kepergianmu kawan. Ditinggalkan oleh mu tak sesakit ketika seorang pacar meningalkanku. Sahabat sepertimu begitu langka di dunia ini.
Aku pikir kau akan segera sembuh dan kita akan tetap bersama sampai akhir nanti. Tapi apalah daya, Tuhan berkehendak lain. Sekarang kau tak ada lagi disini, dan aku tak bisa mendengar tawamu lagi yang senantiasa menghiburku.
Sampai jumpa sahabatku.
Tenanglah di alam sana sampai kita dipertemukan kembali.
I LOVE YOU
°°°
Faj
(Kamis, 03 September 2020)

Comments